Desa Sari Nadi Mulai Terapkan Pelayanan Digital, Fokuskan Pembangunan pada Ketahanan Pangan

redaksi

Ilustrasi. Digital Desa

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Sari Nadi, Kecamatan Kota Bangun Darat, terus berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pembangunan sektor pertanian. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ali Muhammad, pelayanan publik mulai diarahkan ke sistem digital, sementara pembangunan fisik difokuskan pada penguatan ketahanan pangan.

Ali Muhammad menjelaskan, digitalisasi pelayanan desa saat ini masih dalam tahap penjajakan. Sejumlah layanan administratif sudah mulai memanfaatkan media sosial dan sistem daring, namun belum sepenuhnya berjalan online.

“Pelayanan sudah mulai kita arahkan ke digital, walaupun masih bertahap. Sekarang masyarakat sebagian sudah terbiasa, tapi belum semuanya,” jelasnya, Kamis (23/10/2025).

Menurutnya, upaya menuju pelayanan berbasis digital dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi maupun layanan administrasi desa.

“Untuk pelayanan hari-hari sudah lancar, tapi kita terus dorong agar bisa serba cepat dan efisien,” ujarnya.

Selain digitalisasi, fokus pembangunan Desa Sari Nadi tahun ini juga diarahkan pada bidang pertanian dan ketahanan pangan. Sejumlah program seperti pembangunan jalan usaha tani, perbaikan saluran irigasi, dan penyediaan lahan pertanian sedang dipersiapkan bersama dinas terkait.

“Prioritas kita sekarang penanganan KTPM dan penguatan lahan pertanian. Dinas pertanian juga sudah masuk membantu beberapa saluran irigasi,” terang.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa peran pemerintah desa dalam pembangunan fisik pertanian sangat terbatas karena kewenangannya berada di tingkat dinas kabupaten. Pemerintah desa hanya berfungsi memfasilitasi dan menyiapkan lokasi kegiatan.

“Kita tidak boleh menyentuh langsung pembangunan fisik pertanian karena itu kewenangan dinas. Tugas desa hanya menyiapkan tempat-tempat yang dibutuhkan,” ujarnya.

Meskipun begitu, Ali Muhammad menilai masih ada kekurangan dalam pendampingan teknis dari petugas lapangan dinas pertanian. Ia berharap koordinasi dan kreativitas para pendamping dapat ditingkatkan agar hasil program ketahanan pangan bisa lebih maksimal.

“Dari dinas pertanian sudah mendukung, tapi pendampingannya belum maksimal. Petugas lapangannya masih kurang kreatif, jadi dampaknya ke masyarakat kurang terasa,” ungkapnya.

Dengan dua fokus utama digitalisasi pelayanan dan penguatan sektor pangan, Ali Muhammad optimistis Sari Nadi akan mampu mengejar ketertinggalan pembangunan desa lainnya.

“Kalau dua sektor ini bisa berjalan beriringan, masyarakat akan lebih mandiri dan pelayanan juga makin cepat,” pungkasnya. (zln)

Related Post

Tinggalkan komentar