Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Warga Desa Sari Nadi, Kecamatan Kota Bangun Darat, hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses air bersih. Dari tiga dusun yang ada, baru sekitar 70 persen wilayah di satu dusun yang teraliri air bersih. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah desa yang berharap dukungan penuh dari pemerintah kabupaten.
Kepala Desa Sari Nadi, Ali Muhammad, mengatakan pembangunan prasarana air bersih sebenarnya telah direncanakan sejak tahun sebelumnya melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Namun, bantuan yang sempat dijanjikan tidak kunjung terealisasi.
“Seharusnya tahun kemarin kita dapat bantuan untuk air bersih, tapi perjalanannya waktu hilang di tengah jalan. Mungkin karena kurang pendekatan atau bagaimana,” ungkapnya, Kamis (23/10/2025).
Menurutnya, sebagian warga kini berinisiatif mengembangkan sumber air secara pribadi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, upaya tersebut masih jauh dari cukup untuk menjangkau seluruh masyarakat desa.
Ali Muhammad menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu hambatan utama untuk menuntaskan proyek air bersih. Jika hanya mengandalkan dana desa, pembangunan tidak akan mampu menutupi kebutuhan seluruh wilayah.
“Untuk pembangunan prasarana air bersih itu seharusnya disupport dari dinas kabupaten, karena kalau kita anggarkan sendiri tidak memungkinkan,” katanya.
Selain masalah pendanaan, kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa wilayah memiliki kontur tanah yang sulit digali dan membutuhkan peralatan khusus untuk mengalirkan air secara merata.
Pemerintah Desa Sari Nadi berharap ke depan ada kolaborasi lintas dinas agar proyek air bersih dapat segera diselesaikan, terutama agar kebutuhan dasar masyarakat tidak tertunda terlalu lama.
“Harapan kami nanti dari OPD-OPD bisa membantu perkembangan pembangunan di Desa Sari Nadi. Karena tanpa support dari mereka, kami tidak bisa berdiri sendiri,” pungkasnya. (zln)



