Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, siap menjadi desa binaan dalam program keimigrasian. Keseriusan ini ditunjukkan saat Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda melakukan kunjungan kerja ke kantor desa.
Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, menyambut langsung rombongan Imigrasi Samarinda bersama Sekretaris Desa Dewa Tri Arinda dan Bhabinkamtibmas Aipda Daris. Pertemuan ini membahas pembentukan Desa Binaan Keimigrasian untuk memperkuat pengawasan aktivitas pekerja asing di wilayah Loa Duri Ulu.
“Kami sangat terbuka dengan kerja sama ini. Banyak pekerja asing yang beraktivitas di wilayah kami, jadi penting ada langkah pengawasan dan sosialisasi langsung ke masyarakat,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Program Desa Binaan Keimigrasian akan fokus pada sosialisasi pengawasan pekerja asing, pernikahan campuran dengan warga negara asing, serta aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan keimigrasian. Pemerintah desa akan menjadi mitra aktif dalam pemantauan dan pelaporan.
“Kami ingin masyarakat ikut paham aturan. Dengan begitu, potensi pelanggaran bisa dicegah sejak awal,” tambahnya.
Menurutnya, langkah ini juga akan menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan desa. Pemerintah desa akan memperkuat koordinasi dengan aparat imigrasi dan kepolisian.
Loa Duri Ulu dipilih karena tingginya aktivitas pekerja asing dari Cina dan India di sekitar wilayah tersebut. Desa ini menjadi lokasi penting dalam pengawasan keimigrasian tingkat lokal.
Bhabinkamtibmas Aipda Daris menambahkan, pemeriksaan izin tinggal dan izin kerja bagi pekerja asing akan diperketat. Ini untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai aturan.
Pemerintah Desa Loa Duri Ulu berharap kerja sama ini berjalan berkelanjutan. Desa ingin menjadi contoh pengawasan keimigrasian yang tertib dan terkoordinasi di tingkat lokal. (zln)



