Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja dan bahaya narkoba dengan menggandeng Polsek Loa Janan serta tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, (06/10/2025), dengan menghadirkan Ketua BPD sebagai narasumber pengantar dan aparat kepolisian sebagai pemateri utama.
Kepala Desa Loa Janan Ulu, Supariyo, menyebut bahwa sosialisasi ini menjadi langkah penting mengingat tingginya jumlah warga usia remaja di wilayahnya. Dari total sekitar 12.973 jiwa penduduk desa, sekitar 30 persen di antaranya merupakan remaja yang rentan terhadap pengaruh negatif.
“Situasi saat ini terkait kenakalan dan narkoba sangat mengkhawatirkan. Di Loa Janan Ulu sendiri, mohon maaf, sudah banyak kasus yang melibatkan warga usia remaja. Karena itu kegiatan seperti ini wajib dilakukan,” tegasnya.
Ia mengapresiasi keterlibatan Polsek Loa Janan, termasuk kehadiran Bhabinkamtibmas yang turut mendampingi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi langsung dari aparat penegak hukum membuat pesan lebih mudah diterima oleh kalangan muda.
Tak hanya menyampaikan peringatan, Supariyo juga mendorong para pemuda Loa Janan Ulu untuk aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan desa. Ia berharap mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut ambil bagian dalam kegiatan Karang Taruna, kerja bakti, hingga event kepemudaan di masing-masing dusun.
“Penduduk kami padat, jadi peran pemuda-pemudi ini penting. Saya harap mereka muncul, tampil, dan ikut membantu masyarakat,” ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah desa telah menyiapkan berbagai wadah positif bagi remaja. Bidang olahraga menjadi salah satu fokus pembinaan, mulai dari sepak bola, bola voli, hingga futsal.
Sementara bagi remaja putri, desa rutin menggelar senam jumba setiap hari Rabu dan Jumat dengan pendanaan desa. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana berkumpul sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental para remaja.
“Harapan saya remaja yang banyak ini bisa tersalurkan energinya lewat kegiatan-kegiatan positif. Desa sudah siapkan sarana, tinggal bagaimana mereka memanfaatkannya,” tutupnya. (zln)



