Desa Sangkuliman Masih Terisolir, Warga Harap Ada Ambulans dan Perpanjangan Jam Ferry

redaksi

Kepala Desa Sangkuliman, Suhaimi

Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Kepala Desa Sangkuliman, Suhaimi, mengungkapkan kondisi desanya yang masih terisolir, Rabu (01/10/2025). Akses transportasi masih menjadi persoalan utama bagi masyarakat.

Menurutnya, jalur menuju Sangkuliman hanya bisa ditempuh melalui dua cara, yakni jalur sungai dan jalur darat menggunakan penyeberangan ferry. Namun, ferry hanya beroperasi sampai pukul 22.00.

“Kalau ada warga yang bekerja malam atau mengalami sakit mendadak, akses menjadi terhambat. Kami berharap jam operasional ferry bisa diperpanjang, bahkan kalau bisa 24 jam,” ujarnya.

Selain itu, Desa Sangkuliman hingga kini belum memiliki ambulans desa. Padahal, kebutuhan transportasi darurat sangat mendesak untuk membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Dulu sempat ada kabar desa mendapat bantuan ambulans, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” kata Suhaimi.

Warga pun masih mengandalkan kendaraan seadanya ketika ada keadaan darurat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, terutama jika ada kondisi kritis yang membutuhkan pertolongan cepat.

Kondisi infrastruktur desa pun kerap mengalami kerusakan. Beberapa waktu lalu, warga harus bergotong royong menambal jembatan yang bolong agar bisa tetap dilalui.

Suhaimi berharap pemerintah kabupaten dapat segera memberikan perhatian lebih.

“Akses transportasi dan fasilitas kesehatan yang memadai adalah kebutuhan dasar masyarakat kami,” tegasnya. (zln)

Related Post

Tinggalkan komentar