Fajarnews.co, Kutai Kartanegara – Harapan besar disampaikan Anggota DPRD Kutai Kartanegara Komisi IV, Akbar Haka Saputra, terkait masa depan Tenggarong di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota kabupaten, Tenggarong seharusnya mengambil peran lebih dalam menjadi mitra strategis IKN, Senin (29/09/2025).
“Ke depan kita ingin Tenggarong bukan hanya penyangga, tapi juga mitra dari Ibu Kota Negara Republik Indonesia. Harapannya Tenggarong makin kece, makin maju, dan anak-anak mudanya banyak berkontribusi,” ujarnya.
Akbar menggarisbawahi pentingnya keterlibatan generasi muda. Ia berpesan agar mahasiswa asal Tenggarong yang menempuh pendidikan di luar daerah tidak ragu untuk kembali setelah lulus.
“Sebaik-baiknya tempat adalah rumah sendiri. Harapannya teman-teman muda nanti pulang, membangun Tenggarong, membangun kota-kota negara,” tambahnya.
Optimisme itu disandingkan dengan kondisi pembangunan yang terus bergerak. Berdasarkan hasil reses, Akbar menyebut sejumlah proyek infrastruktur sudah dikebut. Namun masih ada keluhan masyarakat yang perlu mendapat perhatian, mulai dari fasilitas sekolah, ruang publik, hingga layanan kesehatan seperti puskesmas dan posyandu.
“Beberapa titik memang sudah jalan, tapi ada juga keluhan warga terkait hal-hal sederhana, misalnya tempat sampah, sekolah yang tidak punya ruang publik, sampai fasilitas kesehatan. Itu masukan penting bagi kita,” jelasnya.
Di sisi lain, persoalan konektivitas digital juga masuk dalam catatan. Meski sebagian besar wilayah Tenggarong sudah terjangkau internet, masih ada titik blind spot yang tersisa.
“Area Bensamar masih ada blind spot. Kita dorong agar segera difasilitasi, karena di era teknologi semua butuh akses internet,” kata Akbar.
Ia menilai internet kini menjadi kebutuhan dasar masyarakat, layaknya listrik dan jalan. Karena itu, pemerintah daerah perlu mendorong kerja sama dengan penyedia jaringan agar tidak ada lagi wilayah yang tertinggal.
Selain infrastruktur, Akbar menyoroti pentingnya keberadaan ruang publik yang nyaman dan representatif. Menurutnya, ruang terbuka seperti Taman Tanjung bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga magnet wisata yang memperkuat identitas Tenggarong sebagai kota yang ramah dan layak dikunjungi.
“Ruang publik ini bukan sekadar tempat nongkrong, tapi juga simbol kebersamaan dan daya tarik wisata. Kalau dikelola baik, bisa jadi wajah baru Tenggarong,” ungkapnya.
Dengan posisi strategis sebagai mitra IKN, Akbar berharap Tenggarong mampu berbenah lebih cepat. Pemerataan pembangunan, penguatan ruang publik, dan keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar Tenggarong tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pemain utama dalam arus perubahan Kalimantan Timur ke depan. (zln)



